Cerita Sex Pecah Perawan Anak SMP

Posted on

CeritaSex17 Adalah situs blog yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru. Cerita Dewasa Terbaru 2018 – Cerita Sex Terbaru – Cerita Panas Terbaru – Cerita Mesum Terbaru – Foto Bugil Terbaru – Foto Cewek Hot Terbaru – Foto Mesum Terbaru – Cerita Sex Bolos Kuliah Demi Ngentot – dan Seputar Dewasa Terbaru 2018.

Cerita Seks Terbaru 2018 – Setelah Sebelumnya Ada  Cerita Sex Bersenggama Dengan Tante Pantek Dan Sekarang Ada Cerita Sex Pecah Perawan Anak SMP   Selamat Membaca Dan Menikmati Cerita Seks Bergambar Yang Hota Dan Panas Di Jamin Seru Dan Akan Meningkatkan Nafsu Birahi Sek Anda…

 

Capture%2B-%2B%2BSMP

Cerita Sex Pecah Perawan Anak SMP

Sebut saja namaku Adi, aku seorang mahasiswa dari salah satu kampus pariwisata di kota bandung. Kebetulan aku ini sudah mahasiswa semester akhir di perguruan tinggi di Bandung, jadi kegiatanku pada setiap harinya hanyalah mengerjakan skripsi karena tugas-tugas dan mata kuliah sudah tidak ada lagi.
Karena terbilamg aku punya banyak waktu luang, maka aku-pun sering berkunjung ketempat kakak-ku di Jakarta. Pada suatu hari aku-pun pergi ke Jakarta, sesampainya di rumah kakak-ku aku melihat ada tamu. Karena kakak-ku melihat aku yang sedang datang maka kakakku-pun menyuruhku masuk dan, aku-pun dikenalkan kakakku kepada tamu itu.

Omong punya omong ternyata rupanya tamu itu adalah teman kakak-ku semasa kuliah, teman kakak-ku itu bernama bang Amat . Bang Amat ini orangnya amatlah ramah dan baik kepadaku, dia berusia sepantaran dengan kakak-ku yaitu 39 tahun. Dari perkenalan ketika dirumah kakak-ku itu, pada suatu hari aku-pun diundang untuk bermain kerumah bang Amat.

Karena memang aku berniat untuk bermain, apa salahnya jika aku aku mengiyakan undangan bang Amat kerumanya. Pada keesokan harinya aku-pun bermain kerumah bang Amat, sesampainya disana seperti biasa bang Amat menyambut aku dengan ramahnya. Setelah aku dipersilahkan masuk, maka aku-un dikenalkan bang Amat kepada anak dan istrinya.

Surti nama istri bang Amat, setelah berkenalan kami-pun kemudian menuju ruang tamu bang Amat untuk mengobrol disana. Obrolan demi orolan-pun berlalu, dari obrolan kami tadi aku baru tahu kalau selisih usia teh Surti ini usianya 5 tahun lebih muda Bang Amat. Teh Rani dan bang Amat telah dikaruniai 1 anak yang sudah beranjak dewasa yaitu bernama Yanti.

Singkat cerita 3 hari setelah aku kenal dengan Bang Amat, saat itu tepatnya pada hari Rabu, dimintai tolong oleh bang Amat untuk menemani dan menjaga Yanti di rumahnya. Karena pada saat itu bang Amat dan istrinya akan pergi ke Surabaya untuk menjenguk ibu dari istri bang Amat yang sedang sakit dukup serius dan telah dirawat dirumah sakit.
Dari kabar adik istri bang Amat, katanya bang Amat dan istrinya harus segera kesana, karena mertua bang Amat selalu menanyakan bang Amat dan teh Surti. Maklum karena katanya bang Amat Teh Surti ini adalah anak kesanganya dan begitu juga bang Amat adalah menantu kesayangan mertuanya.

Sebagai menantu kesaynagan bang Amat-pun segera meminta cuti kerja selama 1 minggu. Setelah mendapat cuti bang Amat dan Teh Surti-pun segera berangkat, sedangkan Yanti tinggal dirumah denganku karena dia harus bersekolah. Hari demi hari-pun berlalu, tidak terasa aku-pun telah tinggal dirumha bang Amat selama 3 hari.

Tidak kusangka pada saat itu aku merasa jenuh sekali, karena ketika pagi sampai siang aku dirumah bang Amat sendirian karean si Yanti pada jam-jam itu dia bersekolah. Untuk menghilangkan kejenuhanku pada saat itu, aku-pun menyalakan DVD dan memutar sebuah kaset DVD yang berisikan film action.

Singkat cerita aku-pun telah selesai memutar 1 film action tersebut, karena sudah selesai maka aku-pun segera mencari kaset DVD lainya. Ketika aku sedang meilih-milih kaset, tidak sengaja aku menemukan bebrapa kaset porno yang nampaknya adalah koleksi dari Bang Amat. Wah, kebetulan sekali aku sedang dirumah sendirian.

Melihat suasana yang memungkinakan itu, aku-pun segera memutar kaset BF itu, ditengah asiknya aku menonoton film dewasa itu, tidak kusangka tiba-tiba terdengar pintu depan terbuka, beteapa kagetnya aku saat itu. Dengan buru-buru aku-pun segera mematikan televisi dan menyimpan bungkus kaset DVD di bawah karpet. Ternyata yang datang adalh Yanti,

“ Hallo, Bang Adi, ” ucap Yanti meyapaku kemudian dia baru masuk kerumah dan tersenyum.
Sambungnya lagi,
“ Oh iya Bang, tolong bayarin ojek Yanti dong bang, Yanti nggak ada uang receh, abang ojeknya nggk punya kembalian nih, ” Ucapnya padaku.
“ iya bawel, ” jawabku singkat.

Kemudian aku-pun segera keluar untuk membayar ongkos ojek Yanti. Setelah membayar saat itu akupun segera masuk kedalam rumah kembali. Waduh, habislah aku, pada saat itu Yanti dengan santainya duduk di karpet di depan TV, dan menyalakan Tv itu. Sungguh bodoh sekali aku, aku lupa tidak mematikan DVDnya.

Alhasil diputarlah Film BF yang sedang setengah jalan tadi oleh Yanti. Mengetahui aku yang telah kembali kedalam rumah, Yanti-pun memandang kearahku sambil tertawa geli,
“ Oh rupanya seperti ini yang Bang Adi kalau orang lagi begituan, Yanti sering banget Bang diceritain sama temen-temen sekolah, tapi Yanti baru ngelihat langsung film beginian kali ini, hha, ” ucap Yanti denga santai dan lugunya.

Saat itu aku bingung harus menjawab apa kepada Yanti, “ Yanti, apa-apan kamu ini, ayo buruan matikan !!! kamu nggak boleh nonton film kayak gtu, kamu belum cukup umur, Ayo cepetan matiin !!!, ” tegurku kepada Yanti.

“ Ihhh, Bang Adi Jangan gitu dong, Tuh liat adeganya cuma begitu doing, film yang sering diceritain sama temenku di sekolah nggak ada apa-apanya sama film yang ini, huh !!!, ” ucapnya membangkang.

Entah aku harus berbuat apa saat itu, aku khawatir jika aku melarang Yanti nanti justru aku akan dilaporkan kepada orangtuanya. Tanpa menjawab perkataan Yanti, aku-pun pergi ke dapur untuk membuat minum dan membiarkan Yanti terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di belakang membaca majalah. Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan.

Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Yanti sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan astaga dia mengenakan piyama yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

Setelah makanan siap, aku-pun memanggil Yanti. Oh shit man, tidak kusangka Yanti pada saat itu tidak memakai BH, karena puting payudara-nya saat itu terlihat membayang dari balik piyama-nya tipis itu. Saat it aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai berdenyut-denyut tak karuan, kini Peniskku sudah menegak dan mengganjal di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di piyamanya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat dia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga,
“ Bang, ayo tebak coba tebak pertanyaan aku Bang, item, kecil, keringetan, apaan coba bang, ayo tebak ?, ” ujarnya.
“ Ah, itu mah gampang, semut lagi push –up . Nah sekrang abang gentian, putih, biru, kecil, keringetan, apa hayow tebak ?, ” ujarku.

Pada saat itu Yanti menjawab beberapa dengan tebakannua, namun semua jawabnya salah, lalu, “ Ini Nih jawaban yang bener, jawabnya adalah Yanti pakai seragam sekolah, yang lagi kepanasan di angkot, hha…” candaanku.

“ Ihhhh, Bang Adi ngeselin deh, masak Yanti di ledekin, Huh…, ” jawabnya.

Saat itu Yanti-pun meloncat dari sofa dan berusaha mencubit lenganku, namun pada saat itu aku menghindar dan menangkisnya. Saat itu Yanti terus mencoba mencubitku, sambil tertawa. Ditengah keisenganya itu, tiba-tiba Yanti-pun tersandung dan secara tidak sengaja dia jatuh ke dalam pelukanku, dengan posisi membelakangiku.
Le biah detailnya pada saat itu, secara tidak sengaja tanganku menyentuh dadanya, dan dia duduk tepat di atas batang kejannan-ku, Oughhh… saat itu kami terengah-engah dalam posisi itu.

Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Entah setan apa yang merasukiku aku-pun mulai menciumi lehernya begitu saja.
Sementara itu Yanti mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya. Nafas Yanti makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang,

“ Oughh… Eughhh… Eummm…” desah Yanti.

Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis mungil yang masih duduk dibangku SMP. Namun pada saat itu, gairahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku-pun khlaf begitu saja. Tanpa banyak kata, aku-pun mulai menarik keatas piyama dari tubuh mungil Yanti.

Oughhh… Yanti menelentang di sofa dengan posisi tubuh hampir bugil. Lalu aku-pun segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Yanti yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar.

Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kewanitaan-nya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Yanti . Aku pun segera membenamkan kepalaku di tengah kedua pahanya,

“ Sssss… Oughhh… Aghhhh…,” erangnya.

Tangan Yanti meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kewanitaan-nya kucium. Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan. Lalu Yanti mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kewanitaan-nya yang masih begitu rapat. Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kewanitaan-nya mulai membuka.

Sesekali lidahku membelai kelentitnya dan tubuh Yanti akan terlonjak dan nafas Yanti seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras. Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Yanti tergeletak terengah-engah, matanya terpejam.

Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kejantanan-ku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Yanti, “ Eummm… Eummm… Sssss… Oughhh…,”
ketika Yanti membuka bibirnya, kujejalkan kepala kejantanan-ku. Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi dia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kewanitaan-nya. Segera saja kejantanan-ku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Yanti dan bibirku melumat bibirnya.

Aroma kejantanan-ku ada di mulut Yanti dan aroma kemaluan Yanti di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit. Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kejantanan-ku ke celah di selangkangan Yanti, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Yanti menekan pantatku dari belakang, “ Oughhh… Eumm… masukin Bang, Eughhhh…,” ucapnya penuh gairah.

Perlahan kejantanan-ku mulai menempel di bibir liang kewanitaan-nya, dan Yanti semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kejantanan-ku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kejantanan-ku yang besar ini.

Terus terang saja, ukuran kejantanan-ku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Yanti masih SMP dan ukuran lubang kewanitaan-nya terlalu kecil. Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Yanti memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit.

Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kejantanan-ku membentur dasar padahal baru sedikit kejantanan-ku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kewanitaan Yanti terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

Sebentar kemudian kerutan di dahi Yanti menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Yanti mengernyit lagi, tapi lama-kelamaan mulutnya menceracau,
“ Aow… Sssss… Aduhhh… Eughh… terus, enak Bang, Aghhh…” racaunya menikmati tusukan kejantanan-ku.

Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Yanti, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Yanti sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak kejantanan-ku menancap di kewanitaan-nya. Tanpa perlu diajarkan, Yanti segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok payudara, clitoris-nya.

Kemudian pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak. Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Yanti makin menggila dan dia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kejantanan-ku.

Setelah tubuh Yanti melemas, aku mendorong dia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Yanti tentu merasakan semburan air maniku pada liang senggama-nya. Kemudian Yanti pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang kedua.

Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme kami,

“ Bang, Yanti lemes banget nih, tapi Yanti puas banget sama Bang Adi, ” ucapnya penuh kepuasan. Saat itu aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus.
Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kejantanan-ku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Yanti yang masih amat kencang. Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya.

Sepanjang malam aku mencapai 3 kali lagi orgasme,dan Yanti entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Yanti kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah. Kemudian setelah Yanti berangkat sekolah aku-pun kembali masuk ke kamar tidur tamu dan segera tidur pulas karena kelelahan.

Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Yanti pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kejantanan-ku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi. Saat itu aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan DVD menyala, dengan film yang kemarin.

Ah! Merasakan caranya memberiku kenikmatan dari kulumanya, aku baru teringat Yanti bisa seperti ini dari kaset porno yang ditotonnya kemarin. Singkat cerita waktu-pun sudah seminggu berlalu. Bang Amat dan Teh Surti pun sudah pulang kejakarta lagi. Sepulangnya Bang Amat aku dan Yanti bersikap biasa saja seolah tidak ada apa-apa dengan kami.

Karena bang Amat sudah pulang, aku-pun segera berkemas dan segera berpamitan untuk kembali kerumah kakak-ku. Sebelum aku keluar dari rumah bang Amat, aku diberikan uang saku dan oleh-oleh dari surabaya oleh bang Amat . Bang Amat dan Teh Surti mengucapkan banyak terima kasih padaku, sebenarnya aku merasa bersalah, tapi yasudahlah yang terjadi biarlah terjadi dan biarkan kisah ini menjadi pegalaman indah dan buruk untukku dan Yanti . Selesai.

Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2018, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2018, Dan Lain-lain.

Demikian cerita sex ini, selalu ikuti cerita-cerita sex yang lainya ya guest, tentunya bakal makin seru, makin Hot dan yang pasti bikin kamu horny guest.

Hanya Di : WWW.CERITASEX17.ORG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *